Sabtu, 08 Juli 2017

Tips Memilih Lensa Kamera Untuk Pemula

Tips Memilih Lensa Kamera - Seseorang photografer atau bahkan juga orang yang baru belajar tentang photografi, pastinya paling tidak miliki hasrat untuk mempunyai satu type lensa penambahan untuk paling tidak lengkapi lensa yang dia miliki sekarang ini. Hal semacam ini karena terkecuali supaya hasil photo leboh bagus, juga dapat menaikkan skill atau kekuatan dari seseorang photografer tgersebut.
harga
Sayangnya ada sebagian orang yang masih tetap seringkali kebingungan dalam pilih lensa camera yang pas serta sesuai sama tehnik pengambilan gambar photo yang dikerjakan. Terutama untuk mereka yang masih tetap seseorang pemula. Pasti akan begitu kebingungan. Oleh karenanya sebelumnya kamu pusing dengan tagihan-tagihan debt collector karna kepincut lensa yang dimiliki rekan, mari simak sebagian panduan sebelumnya kamu beli lensa tersebut.

1. Kenali biaya anda
Nampaknya ini memanglah senantiasa jadi hal yang awal setiap kali kita akan berencana semua suatu hal mengenai pembelian atau seperti itu. Pasti bukannya tanpa ada argumen kenapa biaya senantiasa jadi yang awal dalam rencana pembelian, dengan ketahui serta memastikan berapakah besar biaya yang kita punyai jadi kita dapat mengambil keputusan batasan hingga di rentang harga mana lensa yang dapat kita beli. Untuk itu anda juga harus mengetahui informasi mengenai Daftar Harga Lensa Kamera Terbaru yang ada di pasaran atau toko kamera di kota anda.

Begitu semuanya lensa yang harga nya tidak masuk dalam biaya yang kita anggarkan dengan selekasnya dapat kita singkirkan dari daftar lensa yang menginginkan kita beli. Yongnuo adalah satu diantara pabrikan lensa yang mengarah customer dengan buget kecil Belajarlah untuk tegas dalam hal semacam ini, bila dianggarkan 5 juta rupiah, semuanya lensa dengan harga diatas 5 juta mesti kamu singkirkan dari daftar kamu, terkecuali kamu ingin bersabar untuk menabung umpamanya.

Janganlah juga kamu menggunakan post biaya yang beda untuk memaksakan biaya yang tidak memenuhi ini, umpamanya berbelanja keperluan rumah tangga di ambil buat beli lensa wah bebrapa dapat disemprot isteri untuk yang telah menikah hahaha. Janganlah lupa juga untuk tanyakan dengan pasangan kamu pasti bila kamu telah berkeluarga spesial untuk biaya yang kamu rencanakan.

2. Kenali passion anda
Bila passion kamu dalam photografi yaitu memphoto landscape pasti jadi tanda bertanya bila kamu beli lensa makro, yah terkecuali passion kamu gado-gado atau tidak khusus. Memanglah tidak ada yang melarang kita untuk tekuni semuanya genre photografi namun dengan fokus pada satu genre photografi serta menguasainya, akan membuat kamu paling tidak dapat khusus dalam pilih lensa yang menginginkan kamu beli.

Bila passion kamu yaitu photo jenis silahkan untuk lihat lensa-lensa yang mempunyai focal length yang sesuai sama untuk memphoto jenis misalnya lensa 85mm atau 135mm, bila memakai camera dengan ukuran sensor APSC kamu dapat coba lensa 50mm yang populer murah namun berkwalitas. Bila kamu suka pada landscape, jadi beberapa pilihan lensa lebar yang dapat kamu cobalah. Dari mulai yang ultra wide hingga yang lumayan lebarnya.

Bila anda menyukai foto bokeh, tentu anda harus tahu cara memilih lensa bokeh sehingga kemampuan anda akan semakin bertambah. Semakin lebih gampang bila passion photografi kamu semakin khusus seperti yang suka photo makro, karna pasti pilihan lensa makrolah sebagai tujuan kamu. Namun masih tetap saja ada banyak hal yang perlu diperhitungkan, seperti panjang fokal, aperture serta bukaan, pasti itu akan sedikit menaikkan pusing juga hehe.

3. Seberapa perlu kamu akan lensa itu
Ini yang seringkali jadi jebakan untuk kita waktu akan beli lensa. Ada orang yang beli lensa karna keperluan mendadak saja, umpamanya dia mesti memphoto satu laga berolahraga dalam rencana memperingati kemerdekaan seperti sepakbola antar kelurahan, lalu dia memaksakan diri beli lensa tele 55-200. Untuk itu anda juga harus tentang jenis lensa canon dslr dan fungsinya sehingga anda tidak salah memilih jenis lensa kamera serta jenis lensa kamera dslr dan hasilnya.

Sesudah acara kemerdekaannya usai lensa itu juga usai waktu pemakaiannya dengan kata lain umumnya cuma bersarang didalam tas camera. Kembali sekali lagi ke pertanyaan barusan, apakah kamu betul-betul perlu lensa itu atau mungkin hanya sesaat saja serta kemudian disimpan? Bila memanglah tidak sangat perlu lebih bijaksana bila kita menundanya pasti.

4. Lensa APSC atau Full Frame
Kelihatannya ini kajian yang luput dari seri Mengetahui Type serta Peranan Lensa Dalam Photografi tempo hari, hehe tidak kenapa. Tentang dua type lensa ini telah banyak dibicarakan di beberapa komunitas photografer. Jadi sama dengan camera yang terdiri berdasar pada ukuran sensornya yakni full frame serta APSC, jadi lensa juga sama karna ikuti besaran sensor barusan.

Kenapa demikian? Pihak pabrikan lensa membuat dua jenis lensa sesuai sama ukuran sensor, lensa untuk sensor full frame diameter lensanya atau sederhananya ukuran bulatan lensanya semakin besar supaya dapat mengcover ukuran sensor full frame. Demikian sebaliknya lensa untuk sensor APSC lebih kecil dari lensa full frame barusan, pasti karna sensor APSC juga lebih kecil dari full frame.

Canon 5DSR, satu diantara camera fullframe paling baru Canon Dengan membuat lensa spesial APSC jadi ukuran serta diameter lensa juga jadi lebih kecil hingga automatis biaya produksi lensa dapat ditekan yang pastinya membuat lensa ini dapat di jual lebih murah harga nya.

Kenapa kita butuh tahu hal semacam ini sebelumnya beli lensa? Karna lensa yang tidak sesuai sama camera peluang besar tidak maksimum peranannya atau jadi tidak dapat dipakai. Untuk Canon pembagian ke-2 type lensa ini diliat dari kode nama lensa itu, Untuk lensa EF berarti itu yaitu lensa full frame misalnya Canon EF 24-70mm f/4 L IS, sedang untuk kode lensa EF S itu untuk camera APSC misalnya Canon EF S 18-135mm f/3. 5-5. 6 IS.

Untuk Canon lensa seri EF-S tidak dapat kamu pakai di camera full frame seperti Canon 6D, Canon 5D atau 1D, demikian sebaliknya lensa seri EF dapat kamu pakai untuk semuanya type camera Canon baik full frame ataupun APSC karna ukurannya meliputi semuanya sensor barusan. Untuk pabrikan Nikon, lensa untuk APSC di beri kode DX misalnya 35mm f/1. 8 G AF-S DX.

Sedang untuk lensa full frame kodenya yaitu FX tetapi umumnya tidak diikutkan dalam nama lensanya, jadi bila lensa Nikon tidak ada kode DX dapat di pastikan itu adalah lensa full frame, misalnya AFS 50mm f/1. 8 G. Berlainan dengan Canon yang lensa EF-S tidak dapat digunakan sekalipun di camera full framenya, Nikon masih tetap memperbolehkan lensanya digunakan di camera FX namun hasil fotonya akan dicrop jadi seukuran lensa DX itu.

Lensa FX Nikon AF-S Nikkor 35mm f/1. 8 G ED. Saat ini apa yang butuh kita pikirkan dari info barusan? Bila kalau kamu punya niat untuk mengupgrade camera kamu ke full frame di waktu mendatang, jadi silahkan untuk berinvestasi di lensa-lensa full frame walau tidak maksimum dipakai di camera APSC (sisi tepi lensa berlebihan karna kamu cuma memakai sisi tengah lensa saja, disebabkan ukuran sensor yang kecil). Namun bila kamu tidak punya niat upgrade camera, silahkan pilih lensa APSC yang pastinya lebih terjangkau harga nya.

5. Lensa pabrikan camera atau lensa third party
Waktu kamu menginginkan beli lensa baru, kamu harus juga mengambil keputusan untuk beli lensa produksi pabrikan camera (satu merk dengan camera kamu) atau beli lensa pihak ke-3 (third party). Apa bedanya? Hal yang paling utama pastinya yaitu harga, hadirnya lensa dari pihak ke-3 seperti Sigma, Tokina, Tamron tidak beda yaitu lihat celah pasar dalam penjualan lensa sesuai sama pabrikan camera, yang memanglah terkadang harga nya tidak manusiawi hehehe.

Dalam rentang panjang fokal yang serupa, lensa third party di tawarkan dengan harga yang lebih murah dari pihak pabrikan camera. Tetapi sudah pasti ada beberapa hal sebagai konsekwensi waktu kamu beli lensa third party. Issue paling utama yaitu problem kwalitas, umumnya lensa third party quality controlnya tidak seketat lensa dari pihak pabrikan camera, tetapi belakangan ini telah banyak review dari bebrapa website terkenal yang memberikan kalau kwalitas lensa third party telah cukup baik bahkan juga dapat menyamakan lensa pabrikan.

Pertimbangan selanjutnya yaitu build quality lensa dalam hal semacam ini material yang dipakai, bebrapa feature yang ada umumnya masih tetap kalah dari lensa produksi pabrikan camera.

6. Spesifikasi tehnis lensa
Pertimbangan akan spesifikasi lensa ini cukup perlu, hal -hal seperti kekuatan motor konsentrasi camera, kwalitas optik, kekuatan image stabilizer, ketahanan pada air serta debu (weathershield) pantas kamu cermati lebih, pastinya dalam soal spesifikasi tehnis ini berlaku prinsip ada kwalitas ada harga.

Lensa yang mempunyai kwalitas top untuk spesifikasinya barusan umumnya harga nya juga lebih mahal. Bagaimana ketahui spesifikasi lensa dengan pas? Anjuran aku, bacalah review lensa tersebut di bebrapa website reviewer lensa populer. Kamu dapat googling untuk mencari situs-itu, satu diantara yang aku anjurkan yaitu DPreview. com, website review ini membahas lensa dengan mendalam meskipun yah kamu paling tidak mesti mengerti bhs Ingrris pastinya.

7. Check Keadaan Lensa
Kamu telah ikuti semuanya tips diatas? Telah membaca review dari bebrapa website reviewer populer (walau mesti gunakan acara buka-buka Google terjemahkan hehe), saat ini kamu telah ada di toko camera dengan lensa pilihan kamu. Hal tersebut yang perlu kamu kenali yaitu ujilan lensa itu memakai camera kamu! Jadi sarannya bawalah camera kamu ke toko camera supaya dapat ditest dengan segera.

Tidak semuanya lensa yang di produksi pabrik itu akhirnya baik, karna dapat saja ada lensa yang bad copy, terlebih bila kamu mengambil keputusan untuk beli lensa third party, pengujian akan lensa itu mutlak mesti kamu kerjakan. Pengujian yang dianjurkan yaitu menguji kemampuan autofokus camera, susuri adakah peluang salah konsentrasi seperti ‘back focus’ atau ‘front focus’ di mana lensa salah meletakkan titik fokusnya.

Silahkan search di Google spesifiknya langkah pengujian ini. Hal selanjutnya yaitu keadaan optik lensa apakah berjamur atau tidak, uji juga ring konsentrasi, ring zoom yang ada apakah masih tetap normal, telah merasa seret atau jadi telah longgar atau aus. Cermat juga kekuatan image stabilizer lensa berperan baik atau tidak. 8 Panduan Untuk Kamu Sebelumnya Beli Lensa

Bila kamu tidak dapat mengujinya, umpamanya karna kamu membelinya dengan on-line, belilah di penjual yang terpercaya dan memberi jaminan replacement dalam periode waktu spesifik, bila ada yang dirasakan dari pelanggan yang beli karna memperoleh lensa yang bad copy.

8. Garansi
Yakinkan garansi lensa kamu berlaku karna ini menyangkut jaminan pada lensa kamu. Garansi dari pihak resmi yang ditunjuk oleh produsen camera umumnya jauh tambah baik dari pada sebatas garansi toko, karna ujung-ujungnya toh bila diperbaiki lensa tentu dibawa ke service center resmi namun dengan cost double karna tidak bergaransi resmi.

Upayakan untuk tidak beli lensa dari penjual yang tidak terang, peluang memperoleh lensa bad copy atau black market begitu besar, kerugian kamu akan berlipat sekali lagi bila lensa itu rusak serta garansinya tidak ada. Oleh karenanya cematilah terlebih dulu sebelumnya beli, cermat lensa yang akan kamu beli lalu cermat juga penjual yang jual produknya pada kamu. Begitu pastinya kemungkinan yang ada dapat diminimalkan.

Sekian 8 panduan yang dapat kamu cermati sebelumnya kamu mengambil keputusan untuk beli lensa baru, bila kamu terasa artikel ini berguna silahkan dishare pada rekan-rekan kamu lewat tombol berbagi dibawah tulisan ini. Janganlah ketinggal artikel paling baru dari Saveseva Photografi lewat cara subscribe lewat e-mail, lewat form dibawah artikel ini.


Memang dari sekian banyak tips yang saya berikan informasi tentang harga lensa kamera terbaru begitu banyak yang mencari. Kamu juga dapat gabung dengan kami di Facebook lewat cara like FB page Saveseva Photografi, terdapat beberapa informasi menarik yang kami berikan di sana. So pada akhirnya terima kasih telah membaca.